Selasa, 05 Juli 2022

SULUK MERDEKA

 SULUK MERDEKA




Lawa-lawa gumandhul neng pang kebet-kebet
Pindho melu susah
Pagene Indonesia
Aminta makmuring nagari raharja lan gemah ripah
Ing meniko kang adunung
Jaksa Agung bingung angandika
Dhuh gusti hyang kwasa

(kelelawar bergantungan didahan pohon mengepakan sayap
bagaikan ikut sedih
apa yang terjadi Indonesia
meminta makmurnya negara sejahtera dan kaya raya
disana para penguasa
jaksa agung yang sedang bingung berkata
duh Gusti yang maha kuasa)


Pindha sungsang prabawaning nagri
Raja mala wus menjer kawuryan
Tan kuciwa gegere
Menggep srinateng diyu
Siniwaka sanggya para dasih
Aglaring Indonesia
Winulat marang kang waspada
Kehing punggawa kang korupsi
Kehing punggawa kang kolusi
Warata tanpa sela

Seperti kacao balo situasi negeri
Malapetaka telah terlihat ditengah
Tiada cela kerusuhanya
Pantas dan sesuai si raja raksasa
Bertahta dihadapan para kekasih
Terbentang di Indonesia
Terlihat dimata yang waspada
Begitu banyak pejabat korupsi
Begitu banyak pejabat kolusi
Merata tiada longgar.




Laku sang satrio tama
Sowan kyai purun ngaji
Ngaji ilmuning agama
Lambaran rasa tresna
Rubedo kang angribedi
Beda-beda hardaning wong kangngaji

(Jalan seorang kesatria muda
Menghadap kyai hendak mengaji
Mengaji ilmu agama
Didasari rasa cinta
Berbagai aral yang melintang
Beda-beda niatnya orang mengaji)

MERDEKA – MERDEKA – MERDEKA
MEREKA MERDEKA MEREKA MERDEKA
MERDEKA MEREKA MERDEKA MEREKA
MEREKAREKA MERDEKA MEREKAREKA MERDEKA
MERDEKA MEREKAREKA MERDEKA MEREKAREKA
MEREKA MEREKAREKA MERDEKA
MEREKAREKA MEREKAREKA MEREKAREKA
MEREKA MEREKAREKA MERDEKA



Semarang, Jumat Legi 23 April 2010.
Dari Pojok Masjid Attaqwa Pandana Merdeka


Tidak ada komentar:

Posting Komentar